Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Hai hai hallooo readers
!
Seperti yang kemarin saya bilang, saya mau sedikit
bahas mengenai salah satu model pembelajaran yang semoga bisa dijadikan
referensi kalian dalam proses mengajar. Berbeda dengan postingan kemarin. Kali ini saya akan membahas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Let’s go guys !!!
Model Pembelajaran Problem
Based Learning (PBL), lain halnya dengan postingan sebelumnya dimana peserta didik dituntun oleh guru untuk
memahami materi yang dipelajarinya, pada metode ini justru peserta didik
dituntut untuk menemukan konsep sendiri dari pelajaran yang ingin disampaikan
oleh sang guru. Ya, metode PBL sudah tidak asing lagi dalam kurikulum 2013,
dimana peserta didik dituntut terlibat aktif dalam suatu proses belajar
mengajar dikelas. Kita akan membahas mulai dari pengertian model pembelajaran PBL,
pemaparan dari beberapa ahli terkemuka mengenai apa itu PBL, langkah-langkah
pembelajaranya, kelebihan maupun kekurangan model pembelajaran PBL, serta hasil
penelitian yang terkait oleh model pembelajaran tersebut.
1. Pengertian Model Pembelajaran PBL
Problem Based
Learning (PBL) adalah proses
pembelajaran yang dirancang dengan masalah-masalah yang menuntut siswa mendapat
pengetahuan yang penting, membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan
memiliki strategi belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam
tim. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah masalah dunia nyata sebagai
suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan
keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep
yang esensial dari materi pelajaran.
Problem Based
Learning (PBL) merupakan
pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi,
pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam
benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan
sekitarnya. Dengan Problem Based Learning
(PBL) siswa dilatih menyusun sendiri pengetahuannya, mengembangkan keterampilan
memecahkan masalah. Selain itu, dengan pemberian masalah autentik, siswa dapat
membentuk makna dari bahan pelajaran melalui proses belajar dan menyimpannya
dalam ingatan sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan lagi.
Untuk lebih mudah mengenali model PBL, seara umum dapat dikenali dengan adanya
enam ciri yang dimilikinya, adapun keenam ciri tersebut adalah :
- kegiatan belajar dengan model PBL dimulai dengan pemberian sebuah masalah
- masalah yang disajikan berkaitan dengan kehidupan nyata para siswa
- mengorganisasikan Pembahasan seputar masalah, bukan membahas seputar disiplin ilmu
- siswa diberikan tanggung jawab yang maksimal dalam membentuk maupun menjalankan proses belajar secara langsung
- siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil
- siswa dituntut untuk mendemonstrasikan produk atau kinerja yang telah mereka pelajari
Berikut ini ada beberapa penjelasan teori dari beberapa ahli yang mendukung, diantanya :
Menurut Barbara J. Duch (1996), Problem Based Learning (PBL) adalah satu model yang ditandai dengan penggunaan masalah yang ada di dunia nyata untuk melatih siswa berfikir kritis dan terampil memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan tentang konsep yang penting dari apa yang dipelajari (dalam Wijayanto, 2009:15).
Menurut Arends, PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada masalah autentik (nyata) sehingga diharapkan mereka dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan tingkat tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan dirinya (dalam Trianto, 2007).
Menurut Suyatno pada bukunya tahun 2009, Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model pembelajaran yang berbasis pada masalah, dimana masalah tersebut digunakan sebagai stimulus yang mendorong mahasiswa menggunakan pengetahuannya untuk merumuskan sebuah hipotesis, pencarian informasi relevan yang bersifat student-centered melalui diskusi dalam sebuah kelompok kecil untuk mendapatkan solusi dari masalah yang diberikan.
Menurut Sanjaya dalam bukunya pada tahun 2006, Problem Based Learning (PBL) merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Hakekat permasalahan yang diangkat dalam Problem Based Learning adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dengan situasi yang diharapkan, atau antara yang terjadi dengan harapan (hal. 214).
2. Langkah-langkah Model Pembelajaran PBL
Problem
Based Learning (PBL) akan
dapat dijalankan bila pengajar siap dengan segala perangkat yang diperlukan.
Peserta didik pun harus harus sudah memahami prosesnya, dan telah membentuk
kelompokkelompok kecil. Umumnya, setiap kelompok menjalankan proses sebagai
berikut :
- Tahap Orientasi siswa kepada masalah, kegiatan yang pertama dilakukan dalam model ini adalah menyampaian tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh guru. Setelah itu disampaikannya penjelasan terkait logistik yang dibutuhkan. Lalu mulai pemberian suatu masalah yang harus dipecahkan siswa, serta guru wajib memotivasi para siswa agar dapat terlibat secara langsung untuk melakukan aktivitas pemecahan masalah yang menjadi pilihannya.
- Tahap Mengorganisasikan siswa untuk belajar, guru dapat melakukan perannya untuk membantu siswa dalam mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang terkait dengan masalah yang disajikan.
- Tahap Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, dalam tahap ini guru melakukan usaha untuk mendorong siswa dalam mengumpulkan informasi yang relevan, mendorong siswa untuk melaksanakan eksperimen, dan untuk mendapat pencerahan dalam pemecahan masalah.
- Tahap Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, berupa kegiatan guru membantu para siswa-siswinya dalam melakukan perencanaan dan penyiapan karya yang sesuai misalnya laporan, video atau model, serta guru membantu para siswa untuk berbagi tugas antar anggota dalam kelompoknya.
- Tahap
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, yaitu tahap akhir dimana
guru membantu para siswa dalam melakukan refleksi ataupun evaluasi terhadap
penyelidikan mereka dalam setiap proses yang mereka gunakan.
3. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran PBL
Berdasarkan karakterisitiknya sebuah metode pasti memiliki kelebihan dan tidak luput dari kekurangannya, uraian secara rinci metode ini ialah:
- Kelebihan:
- pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran
- model ini dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa
- membantu siswa bagaimana menstansfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata
- dengan pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru
- melalui pemecahan masalah bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku saja
- pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan siswa untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam dunia nyata
- dengan pemecahan masalah dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar, sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir
- Kekurangan :
- pembelajaran malalui PBL membutuhkan cukup waktu untuk persiapan
- manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba
- tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari
Pada prinsipnya yang diungkapkan di atas bukan merupakan kekurangan tetapi merupakan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran. Kendala tersebut ada yang bisa diatasi dan ada yang tidak bisa diatasi.
4. Hasil Penelitian terkait dengan Model Pembelajaran PBL
Sumber materi :
- Artika, dkk. 2016. Jurnal : Pengembangan LKPD Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis”. http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/MTK/article/view/11996/8572. Diunduh tanggal 17 Maret 2018.
- Ningsih, dkk. 2015. Jurnal : Efektivitas Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Disposisi Matematis Siswa. http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/MTK/article/view/9488/6114. Diunduh tanggal 17 Maret 2018.
- Pujianto, Andi 2015. Pengertian dan Langkah Model Pembelajaran Problem Based Learning. http://www.infoduniapendidikan.com/2015/06/pengertian-dan-langkah-model-pembelajaran-problem-based-learning.html?m=1. Diakses tanggal 17 Maret 2018.
- Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
-
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inofatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pusaka.
- Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka.
- Wawasan Pesndidikan. 2016. Pengertian, Ciri-Ciri, Langkah-Langkah dan Kelebihan serta Kekurangan Model Pembelajaran Problem Based Learning. https://www.wawasanpendidikan.com/2016/01/Pengertian-Ciri-Ciri-Langkah-Langkah-dan-Kelebihan-serta-Kekurangan-Model-Pembelajaran-Problem-Based-Learning.html?m=1. Diakses tanggal 17 Maret 2018.
- Wijayanto, M. 2009. Tesis: Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning dan Cooperative Learning terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2008/2009. Surakarta : UNS.
nice post !!!
ReplyDeleteterima kasih :)
Deleteyayaya membantu tulisannya :)
ReplyDeleteterima kasih :)
Deletesangat bermanfaat terima kasih. TOP !!!
ReplyDeleteterima kasih :)
DeleteBerguna untuk para calon pendidik bangsa, guna membenahi pendidikan di Indonesia. Menggunakan model/metode pembelajaran yang tepat sangat mendukung kemajuan pendidikan itu sendiri
ReplyDeleteinsyaAllah ^-^
Delete